Dirjen Kerjasama ASEAN Gelar Diskusi Publik Tindak Lanjut Implementasi Hasil KTT ASEAN

Denpasar(warmadewa.ac.id) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Diskusi Publik: Jaring Masukan dan Tindak Lanjut Implementasi Hasil-Hasil KTT ASEAN” bertempat di Aula Ajnadewi, Gedung FTP Universitas Warmadewa.

Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 3-4 Desember 2025. Hari pertama terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan Diskusi Publik bertema “Memanfaatkan Kemitraan ASEAN di Tengah Tantangan Global”, sedangkan sesi kedua merupakan ASEAN BTS (Banyan Tree Series) dengan tema “Refleksi Hasil KTT ke-47 ASEAN dengan Mitra”.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ida Bagus Made Bimantara (Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Kemlu RI), Dr. Dino Patti Djalal (Founder & Chairman FPCI), Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Ph.D. (Dosen Hubungan Internasional, FISIP UI), serta Ricardo Ruru (Dit. KS Eksternal ASEAN) yang bertindak sebagai moderator pada sesi pertama. Adapun moderator sesi kedua adalah I Putu Hadi Pradnyana, S.IP., M.Si., Dosen FISIP Universitas Warmadewa.

Diskusi Publik ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber, serta menegaskan bahwa menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini merupakan kehormatan bagi Universitas Warmadewa sebagai institusi pendidikan tinggi yang telah berusia 41 tahun dan berakreditasi Unggul..

Ia turut menjelaskan bahwa Unwar memiliki 8 fakultas, 29 program studi, dan lebih dari 13.000 mahasiswa aktif. Selain itu, keanggotaan Unwar dalam ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA) menjadi bukti komitmen universitas dalam peningkatan mutu berkelanjutan serta keterlibatan aktif dalam jaringan akademik tingkat regional.

Ia berharap para peserta dapat memberikan analisis serta rekomendasi strategis yang mampu memperkuat implementasi berbagai keputusan KTT ASEAN di tingkat nasional. Diskusi ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset, penyusunan proposal, serta pemanfaatan skema pendanaan dari mitra ASEAN. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga wahana untuk memperkuat kontribusi akademisi Bali dalam jejaring pengetahuan ASEAN.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemlu RI, Ida Bagus Made Bimantara, menyampaikan bahwa forum ini merupakan langkah penting untuk menyerap masukan terkait hasil-hasil KTT ASEAN yang baru saja berlangsung di Kuala Lumpur. Ia menegaskan bahwa tanpa kehadiran ASEAN sejak 1967, kawasan Asia Tenggara tidak akan mencapai stabilitas dan kesejahteraan seperti saat ini.

Ia juga menyoroti peran penting Indonesia dalam menciptakan dialog dan kerja sama pada masa awal hubungan kawasan, dibandingkan pendekatan konfrontatif. Menurutnya, ASEAN telah berkembang menjadi komunitas dengan tiga pilar utama, yakni politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya, yang kini menjadi dasar kerja sama regional termasuk bagi 11 negara anggotanya setelah bergabungnya Timor-Leste.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa dan peserta untuk memahami peluang besar ASEAN sebagai pasar dengan lebih dari 680 juta penduduk dan PDB senilai US$3,8 triliun. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu melihat isu-isu ASEAN tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif masa depan diplomasi kawasan.